Dukung Program
1 Rumah 1 Panji Tauhid
Jadilah Bagian Dakwah Membumikan Kalimat Tauhid

Inilah Panji Tauhid, Panji Kebanggaan umat Islam yang dulu digenggam oleh Rasulullah dan Para Sahabat. Dibawah panji tauhid, Rasulullah dan para sahabat mendakwahkan Islam ke berbagai negeri hingga Islam menguasai 2/3 dunia.
“Bendera ‘liwā’ Rasulullah berwarna putih dan ‘rāyah’-nya berwarna hitam.” (HR. Tirmidzi, Hakim, Ibnu Majah dan al-Khatib). Dalam kitab “Akhlāq al-Nabiy” karya Ibnu Hayyān al-Ashbahāny, Bendera (liwā) pertama kali dikibarkan di hadapan Rasulullah ﷺ oleh Buraidah saat hijrah dan baru masuk Islam.
Panji “rāyah” yang pertama kali dikibarkan dalam ekspedisi militer (sariyyah) adalah pada tahun kedua Hijriyah yaitu oleh Ubaidah bin al-Harts bin al-Muthallib. Pada tahun itu juga diutus juga Hamzah bin Abdul Muthallib dengan membawa panji “rāyah”. Ada juga pendapat yang menyatakan bahwa yang pertama kali diutus adalah rombongan pasukan Abdullah bin Jahsyin.
Di antara sahabat yang pernah ditugasi membawa bendera “liwā” dan “rāyah” adalah: Abu Bakar, Umar, ‘Ali, Zubair bin Awwam, Saad bin Mu’adz, Sa’ad bin Ubadah, Qais bin Saad bin Ubadah, Mush’ab bin Umair dan lainnya.
Alhamdulillah, kini kita menyaksikan Umat Islam kembali kepada identitasnya, mencinta panji tauhid dan berani mendakwahkan hingga mengibarkannya. Berikut dokumentasi umat Islam bangga mengibarkan panji tauhid:






